About Iman Nur Rosyadi

IMAN NUR ROSYADI lahir di Kota Serang, Provinsi Banten pada tanggal 29 November 1964. Karirnya sebagai journalist dimulai di Harian Umum KOMPAS pada tahun 1983 dengan status magang. Pada tahun 1984, dia resmi menjadi wartawan di harian ternama di Indonesia itu di kota kelahirannya. Sejak tahun 1985, dia mulai berkelana ke berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri sesuai dengan penugasan dari kantornya. Tepat Agustus 1999, dia resmi mengundurkan diri dari HU KOMPAS dengan alasan-alasan yang tidak mau diceritakan pada khalayak. Sebelum keluar, dia mendirikan harian lokal Warta Bekasi, Tabloid Koridor Bangsa dan Tabloid Barometer yang khsus untuk pekerja. Namun ketiganya kandas karena perseteruan pemilik saham yang di luar kendali dirinya. Kemudian dia memutuskan untuk beralih profesi menjadi pedagang dan mendirikan sebuah toko di Jalan Dewi Sartika, Kota Bekasi.

Rupanya nalurinya sebagai wartawan tidak bisa dikubur begitu saja. Awal tahun 2002, Iman bergabung dengan Harian Umum Sore Sinar Harapan yang bangkit dari “kuburnya” setelah dibreidel pemerintah era Orde Baru yang dipimpin Soeharto, Presiden RI ke-2. Dan, akhir tahun 2002, Iman NR memutuskan kembali ke kota kelahirannya, Kota Serang sebagai wartawan HU Sore Sinar Harapan, setelah kota ini menjadi Ibukota Provinsi Banten atau provinsi ke-30 di NKRI.

Kegelisahannya sebagai wartawan ternyata tak pernah padam. Mencermati pemberitaan media cetak lokal, Iman NR bersama dengan rekannya meluncurkan website berita khusus Banten bernama bantenlink.com pada tanggal 2 Februari 2006. Media maya dipilih dengan berbagai pertimbangan di antaranya kapital dan trend media ke depan. Kemudian dia membangun website yang lainnya bernama www.suarabanten.com atau Voice of Banten, bersama Dr Ali Fadillah, Yandi, Kuswata dan Kiki (webmaster).

Akhirnya dia mengundurkan diri dari kedua website tersebut. Alasanya sangat mudah. Baginya, mengorganisasikan sesuatu tidak terlepas dari 3 M, yaitu Man, Methode dan Money (Modal). Kedua website itu dibangun dengan modal nekat, yatiu tanpa modal yang layak bagi sebuah usaha press. Akibatnya, berbagai kesulitan dalam penataan organisasi pun terjadi yang pada akhirnya meruntuhkan cita-cita yang akan dibangun tersebut.

Weblog imnbanten dimaksudkan memuat karya-karyanya mulai dari berita yang dibuat sehari-hari, berbagai pemikiran berbagai persoalan yang terjadi di tingkat nasional dan lokal, khusus Banten. Semoga bermanfaat.

10 Tanggapan

  1. Mas Iman, saya baca blognya…bagus sekali isinya banyak inspirasi…

    btw kalau mas tahu nomor kontak redaksi Fajar Banten mohon di email ke saya mas..saya googling gak ketemu….

    thanks

    Ben

  2. Mas Iman…
    Suatu saat kita pasti bertemu !!!

    Lalai
    lalai.corps@gmail.com

  3. Selamat smoga sukses

  4. assalamualaikum,
    kang haputen, kin urang tepang….
    salam hangat. Maju terus..
    Rifki Luthfi

  5. Mas Imam salam kenalan dan sucsess with your INR’s Weblog.
    Bagaimana caranya Mas bikin seperti itu? Tolongin dong, saya ingin buat juga nih.
    Trims banget.

  6. Jazakallah

    Kebenaran kan terkuat akhi iman, tidak didunia, pasti diakhirat.

  7. salam
    lagi nyari data angka2 di banten ni pak … ikut baca2 ya pak ,^_^’

  8. selamat dan sukses, memang jalan menuju literasi banten yang sesungguhnya berliku dan penuh tantangan. suatu saat nanti kita akan melihat Banten yang civilized dan santun.

    selamat berjuang !

  9. Kalau saja orang-orang yang merusak Banten orang-orang yang tidak beragama, sepertinya satu per satu aku bunuh, atau oleh kawan-kawan seperjuanganku. Sebab, sepanjang hidup mereka orang-orang tersebut akan terus berbuat zalim, akan terus. Buktikan omonganku. Sayang, mereka mengaku masih beragama, Islam lagi. Jadi, meskipun kita berlumur dosa, menegakkan kebenaran itu wajib; dan membela hak rakyat itu perintah. Teruskan perjuanganmu, Bung!

  10. Jadi, meskipun kita berlumur dosa, menegakkan kebenaran itu wajib; dan membela hak rakyat itu perintah. Teruskan perjuanganmu, Bung!

Tinggalkan Balasan