Pandeglag – Hujan yang mendera beberapa hari terakhir menyebabkan sebagian wilayah Provinsi Banten mengalami banjir, terutama di daerah yang merupakan “langganan” banjir setiap tahun. Kedalaman air berkisar 30 cm hingga 2 meter. Hingga Selasa (25/11), di Kabupaten Pandeglang, banjir menyebabkan terputusnya jalan Labuan-Panimbang-Cibaliung yang disebabkan jalan terendam mencapai 50 cm.
Keterangan yang dihimpun menyebutkan, banjir di Kabupaten Pandeglang meredam 6 desa dengan kedalaman air mencapai 50 cm hingga 2 meter. Selain putusnya jalan Labuan-Panimbang-Cibaliung, banjir juga menyebabkan warga Kecamatan Patia dan Pagelaran kesulitan saling berhubungan. Mereka terpaksa berputar ke daerah sekitarnya, sehingga menempuh waktu 1-2 jam.
Sudar, warga Kecamatan Patia mengatakan, banjir mulai terjadi setelah wilayahnya diguyur hujan secara terus-menerus sejak Jumat pekan lalu, Namun, banjir yang terparah di Kecamatan Patia terjadi saat ini. “Kalau kemarin airnya belum begitu tinggi tapi sekarang sudah banyak merendam rumah warga,” kata Ahmad.
Akibat banjir itu ada Sekolah Dasar di Patia terendam dengan ketinggian 50 cm. Sehingga, sekolah meliburkan siswanya. “Banjir telah merendam ribuan hektar sawah yang telah siap memasuki musim tanam,” kata dia.
Selain banjir, sedikitnya 18 unit rumah di Kampung Taragong, Desa Margasana, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang rusak karena terpaan angin kecang yang terjadi Senin (24/11) sekitar pukul 04.30 WIB. Akibat tiupan angin kencang selama 30 menit, atap rumah warga hancur berserakan. Selain merusak rumah, angin kencang juga menumbangkan pohon di desa Margasana.
Kepala Desa Margasana, Nana Supriatna mengatakan, telah melaporkan adanya kejadian musibah tersebut kepada pihak Kecamatan setempat. Meski demikian kata dia, dalam musibah itu tidak sampai menelan korban jiwa. “Hasil pendataan yang telah kami lakukan sedikitnya 18 rumah warga Kampung Taragong Rt 05,05 Rw 02 mengalami rusak yang lumayan berat akibat angin puting beliung,” tuturnya.
Sementara di Kabupaten Lebak, Sungai Cisangu, Kecamatan Cibadak, Lebak meluap, Akibatnya rumah-rumah warga di Kampung Kemantren, Desa Panancangan, Kecamatan Cibadak, terendam banjir sejak pagi kemarin dengan ketingian air setinggi lutut orang dewasa. Bisri warga setempat mengatakan, banjir terjadi akibat dari luapan anak Sungai Ciujung atau Sungai Cisangu sejak pukul 06.00 WIB, akibat hujan yang terjadi sejak Minggu (23/11) lalu. “Jika hujan terus terjadi, maka bukan tidak mungkin banjir akan terus meluap hingga keatap rumah,” katanya.
Sekretaris I Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Alam (Satlak PB) Kabupaten Lebak, Ujang Bahrudin mengatakan, pihaknya akan kembali meninjau seluruh lokasi pemukiman di bantaran sungai, untuk melakukan himbauan kepada masyarkat agar selalu waspada. “Kami masih akan terus melakukan pemantauan,” kata dia. (*)
DIarsipkan di bawah: Sosial | Ditandai: banjir, Banten, Pandeglang