Serang – Setidaknya tercatat 5 warga penerima kompor dan tabung gas gratis dari pemerintah di Kabupaten Serang, Banten dijual atau digadaikan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Harganya berkisar Rp 120.000-Rp 150.000 per parangkat (kompor dan tabungnya).
Selain itu, para penjual kompor dan tabung gas gratis itu beralasan, tidak mau menggunakan kompos gas karena khawatir meledak akibat tidak paham menggunakannya. Penjual dan penggadai kompor gas itu terdapat di Desa Kuranji, Kecamatan Taktakan, Kabupaten Serang.
Menurut Ashadi, Kepala Desa Kuranji, kelima warganya yang sengaja menjual kompor gas ke tetangganya, dan 5 lagi digadaikan. “Kami sudah sosialisasikan kepada warga sebelumnya seperti apa mengunakannya, tapi tetap saja warga kami menolak dengan alasan kalau dipakai pasti meledak,” terang Muhadi.
Sementara itu berdasarkan data yang ada, 5 orang warga yang menjual bantuan kompor gas dari pemerinth tersebut diantaranya, Masni, Sarah, Nurhayani, Satar dan Murid. Kelimanya warga RT 03/RW 02 Desa Kuranji. Harga kompor gas yang dijual bervariasi mulai Rp 120.000 – Rp 150.000.
Secara terpisah Asisten Daerah (Asda) II Pemporv Banten Hidayat Djauhari menyesalkan, upaya penjualan kompor gas yang dilakukn oleh warga. Menurut dia, mestinya warga yang belum memiliki kompor gas tidak menjualnya seperti itu, alasannya, pada awal tahun 2009 PT Pertamina secara menyeluruh menarik jatah minyak tanah bersubsidi dari pasaran.
“Kalau saja pada awal Januari mendatang, masyarakat yang telah menjual kompor gasnya itu tidak membeli kembali kompor gas, saya khawatir mereka akan kesulitan, karena minyak tanah bersubsidi sudah tidak ada di pasaran pada awal tahun depan,” katanya.
Hidayat berharap, kepada seluruh warga Banten yang telah menerima kompor gas agar dimanfaatkan sebaik mungkin. “Kami akan coba melakukan sosialisasi kepada warga, agar tidak ada lagi yang dijualnya bantuan kompor gas dari pemerintah,” katanya.
Sebelumya, PT Pertamina Pusat telah merealisasikan usulan penambahan tabung gas yang disampaikan oleh Perusahaan Dagang (PD) Banten Global Development sebanyak 250.000 tabung. Penambahan tabung ini dilakukan, telah diperpanjangnya kontrak antara Pertamina dengan BGD beberapa waktu lalu.
Menurut salah satu Pemasaran BBM Pertamina Gas Dome Region II Wilayah Jawa Bagian Barat, Susi A Prasetya, penambahan tabung konversi ke gas itu dilakukan atas usulan dari BGD, karena masih kurangnya tabung untuk masyarakat di Provinsi Banten yang membutuhkan. “Karena itu usulannya direalisasi, apalagi distribusi tabung gas sebanyak 700.000 unit telah selesai dibagikan,” katanya.
Ada beberapa sangksi yang akan diberikan kepada BGD jika tidak mampu mendistribusi sampai dengan akhir tahun 2008. “Ada beberapa klausul menyebutkan sangksi dalam kerjasama PD BGD dengan Pertmina, tapi saya tidak jelas seperti apa,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua Komisi II DPRD Banten, Media Warman. Menurut dia, penambahan itu dilakukan karena masih banyak masyarakat yang belum kebagian konversi tabung gas. “saya rasa langkah BGD sangat bagus, ditambah penyelesian distribusi kepada 700.000 unit lebih telah selesai dilakukan,” katanya. (*)
DIarsipkan di bawah: Sosial