Serang – Pusat perbelanjaan masih diserbu warga di Kota Serang, Banten, Selasa (30/9) sore. Mereka masih berbelanja untuk keperluan lebaran seperti baju, sarung, sajadah dan sebagainya.
Pusat perbelanjaan yang diserbu warga adalah Ramayana, Borobudur Departemen Store dan Pasar Rawu. Hingga pukul 18.00 pun sebagian warg masih sibuk memilih barang yang diperlukan.
Namun secara keseluruhan, aktivitas warga Kota Serang menurun drastis. Sejumlah ruas jalan yang terkenal kemacetanya tampak lengang. Sedangkan sebagian toko, kios dan perkantoran sudah tutup.
Sementara itu, persiapan penyelenggaraan solat idul fitri disiapkan. Di Alun-alun Barat Serang, pembatas shaf dan pemisah jamaah lelaki dan perempuan telah dipasang. Alun Barat ini selalu digunakan pejabat pemerintahan baik Pemprov Banten dan Pemkab Serang untuk solat idul fitri, kemudian masing-masing kepala daerah menggelar open house di kantornya.
Khusus solat id, sebagian warga masih ingat “kericuhan kecil” pada Lebaran tahun 2007. Waktu itu, Atut Chosiyah yang baru menjabat Gubernur Banten setelah memenangkan Pilkada ngotot minta tempat di bagian depan. Padahal menurut syariat agama, perempuan berada di belakang jemaah lelaki.
Kericuhan bisa diatasi dengan cara Atu diberi tempat di depan agak terpisah dari shaf lelaki. Kemudian dihalang pembatas karn 4 persegi, sehingga terhalang dari pandangan lelaki. (*)
DIarsipkan di bawah: Sosial