Serang – Alokasi premium dan solar untuk Provinsi Banten ditambah sebanyak 200-400 ton per hari untuk memenuhi kebutuhan pemudi selama H-10 dan H+10 Lebaran tahun 2008. Penambahan ini disesuaikan perkiraan terjadinya peningkatan arus mudik sekitar 20 persen dari tahun lalu.
Ketua Himpunan Pengusaha Swasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Banten, Rahmat Halim, Minggu (21/9) mengatakan, pada saat normal kebutuhan premium dan solar di Banten yaitu sekitar 1700 -2000 ton setiap harinya. Berdasarkan permintaan pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Banten, PT Pertamina telah siap mengirimkan kebutuhan penambahan sebagai stok lonjakan permintaan.
“Alokasi tambahan itu hanya berlaku bagi 55 SPBU yang ada di Banten, tetapi tidak termasuk bagi SPBU di Kabupaten dan Kota Tangerang,” ujar Rahmat.
Rahmat mengatakan, akan mengintensifkan pengawasan ketersediaan premium dan juga solar, apalagi Banten menjadi daerah perlintasan jalur mudik yang menghubungkan antara Jawa dan Sumatera. “Kami juga, akan mengawasi ketersedian Premium di Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Karena dua wilayah itu menjadi salah satu tempat mudik, bagi warga yang kini bermukim di luar Banten,” katanya.
Menurut Rahmat, agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan premium dan bahan baker minyak (BBM) jenis lainya. Biasanya PT Pertamina pada H-7 lebaran akan mengirimkan surat edaran kepada seluruh pengelola SPBU, khususnya yang berada di jalur protokol agar tetap membuka SPBU saat hari H lebaran. “Pembagian kerja saat hari lebaran itu akan menggunakan shift selama 24 jam. Sebab pada hari H lebaran, semua SPBU sudah harus buka maksimal pukuil 10.00 wib,” ujar Rahmat.
Sementara itu, Sugeng, petugas pengawas SPBU 34 421.13 di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Serang mengatakan, saat ini belum ada lonjakan pembelian BBM dari konsumen. Sebab, lonjakan permintaan BBM dari konsumen biasanya terjadi 3 hari sebelum dan sesudah lebaran. “Kalau tiga hari sebelum dan sesudah lebaran biasanya, kami bisa menghabiskan hingga 35 kilo liter (kl) per harinya,” kata dia.
Sugeng menyebut, dalam kondisi normal seperti saat ini, sehari SPBU yang dikelolanya hanya bisa menjual 22 kl untuk jenis premium. “Kami prediksi, puncaknya terjadi pada malam takbiran lebaran. Untuk itu kami juga sudah siapkan beberapa petugas yang bersedia kerja di hari H,” kata Sugeng. (*)
DIarsipkan di bawah: Ekonomi, Sosial | Ditandai: Banten, premium, PT Pertamina, solar