Sembilan Titik Rawan Kemacetan Dan Kecelakaan Jalur Mudik Jakarta-Merak

Serang – Sembilan titik rawan terjadi kemacetan dan kecelakaan arus lalu lintas di jalur mudik Lebaran 2008 sepanjang 107 Km dari Jakarta-Merak. Kerawanan itu disebabkan munculnya pasar kagetan atau tumpah selama menjelang Lebaran.

Tri Nurtopo, Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perhubungan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Banten, Rabu (17/9) mengataka, titik rawan kemacetan dan kecelakaan itu beraada di Tangerang, Serang dan Kota Cilegon. Nama daerahnya adalah Cikupa, Balaraja, Jayanti, Gembong, Cikande, Pasar Kalodran, Ciruas, Keramatwatu, Cilegon Supermall.

“Para pedagang banyak berjualan di pinggir jalan. Bahkan bisa menghabiskan separuh dari badan jalan selama puasa dan menjelang Lebaran,” katanya.

Menurutnya, untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan Dishubkominfo Banten sudah melakukan koordinasi dengan pihak kabupaten dan kota agar segera melakukan penertiban pasar-pasar tumpah itu. “Karena itu kewenangan pemerintah kabupaten/kota, kita hanya usulkan saja,” terang dia.Sementara yang berpotensi terjebak macet katanya, dibeberapa titik itu pemudik yang menggunakan roda dua. Sebab untuk para pemudik yang menggunakan roda empat kebanyakan melalui jalan tol., “Pada H-7 kami akan menyusuri jalan mudik itu dari merak hingga Tangerang,” ujar dia.

Selain itu, banyak perlintasan kereta api yang rawan terjadi kecelakaan. Bahkan, beberapa perlintasan tidak dilengkapi dengan pintu yang sangat membahayakan kepada pemudik. “Yang tidak menggunakan pintu itu adanya di jalur alternatif yakni di daerah Bogeg, Kecamatan Cipocok, Kota Serang,” kata dia.

Namun, untuk mencegah terjadinya kecelakaan itu, kata Tri, PT Kereta Api Indonesia, (PTKAI) akan menempatkan para petugas penjaga pelintasan. Perlintasan kereta api yang akan banyak dilalui oleh para pemudik yaitu berada di Jalan Sudirman Kota Tangerang, Panancangan Kota Serang, dan Daerah Cikuasa, Kota Cilegon. “Untuk perlintasan lainya berada di jalan alternatif seperti di Jalan Raya Anyer,” ujarnya.

Gubernur Banten, Atut Chosiyah mengungkapkan, pihaknya sudah meminta kepada semua instansi yang terlibat dalam penanganan mudik lebaran untuk bergerak cepat. Pasalnya, sebelum H – 7 atau tepat H – 10 akan meninjau semua jalur dan kebutuhan infrastruktur arus mudik.

“Sepuluh hari sebelum lebaran, saya minta semuanya sudah selesai dan hasilnya akan di foto untuk dilaporkan kepada Pak Menteri Perhubungan nanti, sejauh ini hasil laporan sementara semuanya sudah berjalan,” kata Atut.

Atut juga telah meminta kepada pengelola tol yakni PT Marga Mandala Sakti (MMS) untuk segera memperbaiki jalan-jalan rusak disepanjang jaln tol. “Kami juga telah menyiapkan beberapahal, seperti kantung parkir, Posko terpadu, dan menyiapkan jalur alternative,” ujar Atut.

Jalur alternatif yang telah disiapkan oleh Porvinsi Banten yakni terdapat lima jalur, ruas jalan lingkar utara menuju Merak Serdang-Bojonegara-Merak sebagai antisipasi kemacetan di ruas Kota Cilegon-Merak. Ruas pintu tol Tangerang – Serpong – Tol BSD sepanjang 18 KM. ruas Serang – Palima – Ciomas – Padarincang – Cinangka/Anyer sepanjang 51 KM dan ruas Serang-Taktakan-Gunungsari-Mancak-Anyer sepanjang 30 KM untuk mengantisipasi kemacetan diruas Cilegon-Anyer saat kunjungan wisata. (*)


Tinggalkan Balasan